Langsung ke konten
zinesport. Mulai berkarya
← Kembali ke jurnal
Berita

Marsinah, Simbol Perjuangan dan Keberanian Perempuan Indonesia

Marsinah dikenang sebagai buruh perempuan yang memperjuangkan kenaikan upah di Sidoarjo pada 1993. Ia ikut menuntut kenaikan upah harian dari Rp1.700 menjadi Rp2.250. Setelah 13 rekannya dipanggil ke Kodim pada 5 Mei, Marsinah datang mempertanyakan nasib mereka, lalu menghilang. Jasadnya ditemukan di wilayah Nganjuk pada 8 Mei. Tiga puluh tiga tahun kemudian, pelaku dan pihak di balik pembunuhannya masih belum diketahui.

Diproses ulang dari Instagram "clevault.id"

Marsinah dikenang sebagai buruh perempuan yang ikut memperjuangkan kenaikan upah di Sidoarjo pada 1993. Saat itu, para buruh menghadapi upah rendah dan ruang yang terbatas untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Tahun 1993, para buruh di Sidoarjo
Buruh di Sidoarjo menghadapi upah rendah dan ruang terbatas untuk menyampaikan suara.
Di tengah kondisi itu,
Marsinah menuntut upah harian naik dari Rp1.700 menjadi Rp2.250.

Salah satu tuntutan yang disebut adalah kenaikan upah harian dari Rp1.700 menjadi Rp2.250. Marsinah ikut menyuarakan tuntutan tersebut bersama rekan-rekannya.

Pada 5 Mei 1993, 13 rekan Marsinah dipanggil ke Kodim
Marsinah datang ke Kodim untuk mempertanyakan nasib 13 rekannya.

Pada 5 Mei 1993, sebanyak 13 rekan Marsinah dipanggil ke Kodim. Marsinah kemudian datang untuk mempertanyakan nasib mereka. Setelah malam itu, ia tidak lagi terlihat.

Namun, sejak malam itu
Marsinah tak lagi terlihat. selama 3 hari, jejaknya tiba-tiba menghilang misterius

Selama tiga hari, keberadaan Marsinah tidak diketahui. Pada 8 Mei 1993, jasadnya ditemukan di tepi hutan Jegong, wilayah Wilangan, Nganjuk, jauh dari kawasan pabrik.

Dan akhirnya pada 8 Mei,
Jasad Marsinah ditemukan di tepi hutan Jegong, Wilangan, Nganjuk, jauh dari pabrik.

Peristiwa itu menjadikan Marsinah salah satu simbol perjuangan buruh dan pembelaan hak asasi manusia. Namanya terus dikenang, termasuk melalui penanda di lokasi penemuan jasadnya dan dokumentasi yang menempatkannya sebagai sosok penting dalam sejarah gerakan buruh.

33 tahun berlalu,
Hingga kini, pelaku dan pihak di balik pembunuhan Marsinah belum diketahui.

Tiga puluh tiga tahun setelah kematiannya, pertanyaan mengenai pelaku dan pihak yang berada di balik pembunuhan Marsinah masih belum terjawab. Perkara itu tetap menyisakan tuntutan atas pengungkapan kebenaran.

LANJUTKAN EKSPLORASI

Cerita lainnya.