Langsung ke konten
zinesport. Mulai berkarya
← Kembali ke jurnal
Berita

Tahun ini, sejumlah perjuangan mahasiswa diwarnai dengan wajah para perempuan kuat

Sejumlah mahasiswi tampil dalam aksi mahasiswa 2026 dengan membawa isu publik yang berbeda. Fathimah Azzahra dari Universitas Indonesia disebut ikut mencapai Bundaran HI bersama massa, Zahra Nazira Firman dari Universitas Trisakti menyuarakan karhutla dan biaya hidup, sementara Naomi Artika Simamora dari Universitas Palangka Raya membawa aspirasi warga Kalimantan terdampak kabut asap ke Jakarta.

Diproses ulang dari Instagram "clevault.id"

Sejumlah perempuan tampil dalam aksi mahasiswa pada 2026 dengan membawa isu publik yang berbeda. Fathimah Azzahra dari Universitas Indonesia disebut ikut menembus Bundaran HI bersama massa, Zahra Nazira Firman dari Universitas Trisakti menyuarakan persoalan karhutla dan biaya hidup, sedangkan Naomi Artika Simamora dari Universitas Palangka Raya membawa aspirasi warga Kalimantan ke Jakarta.

Fathimah Azzahra dari Universitas Indonesia
Dikenal tak gentar suarakan isu publik, ia bawa massa demo mencapai Bundaran HI usai upaya sebelumnya gagal

Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa peran perempuan dalam gerakan mahasiswa tidak berhenti pada keikutsertaan di lapangan. Mereka tampil sebagai penyampai tuntutan, penghubung aspirasi warga, sekaligus bagian dari tekanan publik terhadap persoalan yang dianggap belum terselesaikan.

Zahra dari Universitas Trisakti disorot setelah berorasi
Disorot usai berorasi dengan lantang dan tak gentar menyuarakan persoalan karhutla serta biaya hidup masyarakat

Fathimah menjadi salah satu sosok yang disebut dalam rangkaian perjuangan tersebut. Ia dikenal menyuarakan isu publik dan membawa massa aksi hingga mencapai Bundaran HI setelah upaya sebelumnya tidak berhasil.

Di Universitas Trisakti, Zahra Nazira Firman disorot setelah berorasi dengan lantang. Isu yang ia bawa mencakup penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, serta beban biaya hidup yang dirasakan masyarakat.

Naomi Artika Simamora dari Universitas Palangka Raya
Berani datang ke Jakarta bawa suara Kalimantan dan tak gentar menghadapi berbagai tekanan yang diterimanya

Naomi Artika Simamora datang dari Universitas Palangka Raya. Ia membawa suara Kalimantan ke Jakarta, termasuk aspirasi warga yang terdampak kabut asap. Kehadirannya menghubungkan aksi mahasiswa di ibu kota dengan persoalan lingkungan dan dampak sosial yang dirasakan di daerah.

Ketiganya menunjukkan ragam isu yang masuk ke dalam gerakan mahasiswa pada 2026: akses terhadap ruang publik, tuntutan pertanggungjawaban atas karhutla, biaya hidup, serta hak warga yang terdampak kabut asap. Peran mereka juga menegaskan semakin terlihatnya perempuan dalam penyampaian tuntutan mahasiswa.

Rangkaian nama dan isu itu menempatkan aksi mahasiswa bukan hanya sebagai peristiwa di jalan, tetapi juga sebagai ruang bagi kelompok terdampak untuk membawa persoalan daerah dan kepentingan publik ke tingkat nasional.

LANJUTKAN EKSPLORASI

Cerita lainnya.